Puyer’s Go Blog

Say No To Puyer,Stop Polypharmacy And Back To Guidline(EBM)

Kementerian Kesehatan: Pemberian Antibiotik Diperketat

Hehehehe…Yakin?

 

Kementerian Kesehatan:
Pemberian Antibiotik Diperketat

Bekasi, 1 April 2011 06:18
Pemberian antibiotik akan diatur dengan lebih ketat oleh Kementerian Kesehatan karena banyak terjadi resistensi terhadap antibiotik yang disebabkan karena tidak tepatnya dosis yang diberikan.

“Pedoman penggunaan antibiotik ini dikeluarkan karena banyak indikasi penyimpangan-penyimpangan penggunaan antibiotik. Sebenarnya ada prosedur dalam pemberian antibiotik ini tapi karena sarana dan fasilitas yang terbatas di rumah sakit, maka dokter langsung memberikan antibiotik kepada pasien dengan mengira-ngira,” papar Direktur Jenderal Bina Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Sri Indrawati, di Cibitung, Bekasi, Kamis (31/3).

Pedoman untuk penggunaan antibiotik di rumah sakit itu akan mengatur mengenai pemberian antibiotik yang memang harus menggunakan resep dokter agar tidak merugikan pasien maupun dunia kesehatan pada umumnya.

Sri mencontohkan, banyak kasus dimana pasien hanya menderita flu ringan namun dokter langsung memberikan antibiotik, padahal seharusnya tidak memerlukan antibiotik.

Begitu juga ada kasus pemberian antibiotik diperbanyak karena adanya promosi dari industri obat. “Maka dari itu, sekarang kita benahi dengan membuat pedoman penggunaan antibiotik yang tepat,” katanya.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga telah mengeluarkan peringatan mengenai adanya resistansi terhadap antibiotik itu sehingga menjadi tema Hari Kesehatan Internasional 2011 yang diperingati tiap tanggal 7 April.

Sri menyebut kasus infeksi akibat bakteri atau kuman merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup besar di negara berkembang sehingga resistensi terhadap antibiotik itu tidak bisa dianggap masalah ringan.

Sri mencontohkan sudah ada keluhan dari dokter-dokter di rumah sakit mengenai antibiotik yang tidak lagi mempan untuk mengobati beberapa penyakit tertentu sehingga menghambat layanan kesehatan. “Ini tidak hanya jadi masalah di Indonesia tapi di seluruh dunia sehingga menjadi concern WHO,” katanya.

Dari berbagai studi ditemukan bahwa saat ini sebesar 40-60% antibiotik tidak digunakan secara tepat dalam artian tidak tepat dosis maupun peruntukannya.

Sri juga mengungkapkan, hingga 40% anak-anak yang menderita diare akut diberi antibiotik padahal mereka tidak memerlukannya. “Sebanyak 50% penderita pneumonia juga tidak tepat pemberian antibiotiknya,” kata Sri.

Untuk menghindari terjadinya kerugian dalam hal kesehatan yang disebabkan oleh penggunaan antibiotik yang tidak tepat, Sri mengingatkan agar masyarakat tidak sembarang mengkonsumsi antibiotik dan harus menggunakan resep dokter. “Jika mendapat resep dari dokter, tanyakan mana obat yang mengandung antibiotik,” tambahnya.

Masyarakat juga diingatkan untuk tidak membeli antibiotik dengan menggunakan resep yang didapat sebelumnya karena harus melalui resep dokter yang baru. [EL, Ant]

http://gatra.com/artikel.php?id=146818

April 1, 2011 - Posted by | Artikel

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: