Puyer’s Go Blog

Say No To Puyer,Stop Polypharmacy And Back To Guidline(EBM)

Puyer pasti berlalu

By dokterearekcilik

Siapa yang gak kenal puyer, apalagi kalo ke dokter spesialis anak…………..kalo udah ditanya…bisa minum puyer…waaah pasti mau dikasih obat puyer nih. Bentuk puyer dapat diberikan langsung tapi juga bisa dimasukkan dalam kapsul, biasanya bentuk yg dimasukkan kapsul lebih banyak digunakan pada anak yg besar juga digunakan pada pasien pasien dewasa. Sebenarnya puyer ini hanya ada di negara berkembang bahkan ada yg bilang hanya ada di Indonesia….maaf karena saya belum keliling seluruh negara ASEAN apalagi Asia….yang jelas saat di Singapura nggak ada, di negara maju dari cerita temen temen ditambah internet kayaknya juga nggak ada. Lalu kenapa di Indonesia masih banyak dipakai termasuk para praktisi kesehatan di Indonesia ??? ………….

Puyer dibuat dengan dasar pemikiran bahwa obat paten yg ada di pasaran tidak sesuai dengan kemauan dokter sehingga dokter memiih untuk meracik sendiri. Selain itu ada juga pemikiran bahwa pasien akan mendapat obat dengan harga lebih murah + manjur…………. Tapi sekarang bukannya sudah banyak obat paten, selain itu banyak obat berarti lebih banyak efek samping, dan lagi…..masih ada puyer yg ternyata harganya selangit….sooooooooo ???

Dokter atau praktisi kesehatan negara lain kalo datang ke Indonesia terus liat pembuatan puyer mereka terheran heran, yang paling membelalakkan mata mereka karena penimbangan tidak pernah dilakukan jadi membagi puyer yg sudah diracik dengan……mata, dibagi tumpukannya kira – kira pas atau tidak …gitu aja. Timbangan di apotik biasanya hanya jadi “pajangan” jaga – jaga kalo ada peninjauan, padahal membuat obat dosisnya harus tepat apalagi buat anak – anak. Belum lagi apoteker tidak ….. atau bisa dibilang sangat jarang hadir saat pembuatan puyer tersebut. Jadi kalo racikan tidak rata, obat tidak sesuai, dll………yaaaa gitu deeeeh

Merubah perilaku pemberian resep puyer juga tidak mudah, mulai dari pengajaran saat kuliah di FK, bagian farmasi harus dilibatkan….. saat saya sekolah di FK pelajaran membuat puyer merupakan salah satu mata kuliah farmasi, gak tahu sekarang gimana??? Kemudian para guru dan guru besar yg mengajar di FK maupun Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) mesti juga memberi contoh, agar generasi penerus lebih baik.

Membuat teori jadi kenyataan di lapangan bukan hal yg mudah, kalo pasiennya mau ngerti…bahasa kerennya well educated, lha kalo pasiennya orang awam sekali…..membuat mereka ngerti kan butuh waktu yg panjang. Belum lagi kalo pasien askeskin atau jamkesmas yg hanya dapet jatah obat “sangat terbatas” dan kurang memberikan perhatian pada obat anak sehingga hanya ada tablet untuk dewasa yg akhirnya dipuyerkan agar sesuai untuk anak. Paket obat anti tuberkulosa (TBC) untuk anak juga tidak memberi jatah yg cukup untuk masyarakat, OAT yg bentuk sirup atau tablet untuk anak harganya mahal dan……..tidak ada di askeskin.

Jujur aja saya masih menggunakan puyer pada sebagian pasien saya, namun paradigma baru pemberian obat dalam bentuk yg lebih baik pelan – pelan akan meberi angin baru dalam memberikan pelayanan kesehatan. Sambil merubah diri juga memberi info agar para pasien juga siap dengan perubahan ini, memang langkah saya masih merupakan langkah kecil namun langkah kecil yg dilakukan berulang – ulang akan membuat seseorang semakin dekat dengan tujuannya.

Sumber : dr. Rizal SpA

April 21, 2008 - Posted by | Artikel

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: